digtara.com – Manajemen RSU Permata Bunda menjawab tudingan pemotongan gaji secara sepihak yang disampaikan para tenaga medis mereka saat unjukrasa yang digelar di areal belakang rumah sakit, Kamis (3/9/2020) siang.
Humas RSU Permata Bunda, Helmi menyebutkan, jika pemotongan dan pemenuhan hak-hak karyawan mereka memang ada yang tertunda. Penundaan itu dikarenakan kondisi keuangan manajemen di tengah Pandemi Covid-19.
Pihak manajemen terus berupaya untuk memenuhi hak-hak karyawan, meski terpaksa dibayarkan secara mengangsur. Akan tetapi seiring dengan adanya unjukrasa hari ini, pihaknya berjanji akan menyelesaikan persoalan pemotongan dan pemenuhan hak karyawan itu pada esok hari.
“Besok akan dibayar tuntas. Saya yang bertanggung jawab, ” kata Helmi di depan pekerjanya yang berunjukrasa.
Helmi berharap, semoga setelah tuntutan hak mereka terpenuhi, ada keharmonisan lagi antara karyawan dengan pihak rumah sakit. Sehingga pelayanan di RSU Permata Bunda kembali dapat berjalan secara maksimal.
“Kita berharap semua kembali seperti semula,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, puluhan pekerja dan tenaga medis RSU Permata Bunda, menggelar aksi unjukrasa di areal belakang rumah sakit yang beralamat di Jalan Sisingamangaraja XII, Kota Medan itu. Mereka menggelar aksi unjukrasa sebagai bentuk protes atas pemotongan gaji secara sepihak oleh manajemen rumah sakit.
Apalagi pemotongan itu terjadi di tengah belum dibayarnya iuran Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) para pekerja sejak bualn Februari 2020 lalu. Di mana akibat kelalaian manajemen rumah sakit itu, mereka kini terancam tidak bisa mendapatkan bantuan subsidi upah senilai Rp600 ribu per bulan dari Pemerintah.
[AS]
https://www.youtube.com/watch?v=ti6L5rnqW5s
Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel YoutubeDigtara TV. Jangan lupa, like comment and Subscribe.
Dituding Potong Gaji Pekerjanya Secara Sepihak, Ini Penjelasan Manajemen RSU Permata Bunda