digtara.com – Akumulasi Kemarahan Buruh dan Rakyat (AKBAR) Sumatera Utara (Sumut) hari ini kembali menggelar Pentas Rakyat di Tugu Air Mancur Jalan Gatot Subroto, Medan, Rabu (21/10/2020). Aksi Damai AKBAR Sumut Diwarnai Kericuhan
Massa yang berjumlah puluhan tersebut mengadakan kegiatan pentas seni sebagai bentuk aksi penolakan Omnibus Law.
Aksi diawali dengan membaca puisi hingga teatrikal menyampaikan aspirasinya di tengah tengah keramaian arus lalu lintas.
Namun, di tengah pentas seni, kericuhan sempat terjadi. Aparat kepolisian mengamankan paksa salah satu demonstran.
Akibat dari kericuhan tersebut, terdapat 3 massa aksi yang di tangkap.
Baca:
Jadi Tersangka Demo Anarkis, Ketua KAMI Medan Ajukan PraperadilanPelajar Ikut Demo Terancam Dicatat di SKCK, LBH Medan: Itu Justru Melanggar UU
Salah satu massa aksi, Dedi mengatakan, rekannya yang ditangkap atas nama Fikri. Ia ditangkap dengan tuduhan perusakan mobil yang terjadi di Jalan Sekip beberapa waktu lalu.
Sedangkan kedua lainnya disinyalir sebagai orang yang melakukan pelemparan batu pada aksi demo beberapa waktu lalu.
Terjadi dorong mendorong antara massa dengan pihak kepolisian.
Massa aksi menilai bahwa polisi bersikap tidak profesional dengan mengamankan rekan mereka tanpa membuktikan surat penangkapan.
Hingga kini, situasi sudah kembali kondusif. Massa masih melampiaskan kekesalannya dengan berorasi.
Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel Youtube Digtara TV. Jangan lupa, like comment and Subscribe.
Aksi Damai Akbar Sumut Diwarnai Kericuhan