digtara.com – Pengamat Sosial Politik dari Universitas Sumatera Utara (USU), Wara Sinuhaji, berharap pelaksanaan kampanye di Pilkada 2020 dilakukan secara santun dan damai. Kampanye Harus Dilakukan Dengan Santun
Selain itu, ia berharap setiap peserta Pilkada maupun tim pemenangan untuk tidak menyinggung persoalan Suku Agama Ras dan Antargolongan (SARA). Karena, dengan menyinggung persoalan SARA, justru dapat menimbulkan suasana yang tidak kondusif.
“Kampanye seharusnya dilakukan secara santun dan tidak menyinggung persoalan SARA karena menimbulkan suasana tidak kondusif di tengah masyarakat khususnya pada tahapan Pilkada ini,” jelas Wara, Kamis (1/10/2020).
Karena itu, ia mengecam keras adanya kampanye berbau SARA yang diduga dilakukan salah satu oknum Tim Kampanye Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati di Pakpak Bharat.
Ia meminta Tim Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Pilkada Pakpak Bharat segera mengambil tindakan tegas kepada Paslon yang Tim Kampanyenya melakukan kampanye bernuansa SARA.
Baca: Kabaharkam Polri: Ciptakan Pilkada Damai, Terapkan Protokol Kesehatan dan Stop Hoax
“Saya mengecam sekaligus kecewa adanya kampanye bernuansa SARA yang diduga dilakukan oleh oknum Tim Kampanye salah satu Paslon. Kita minta Tim Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Pilkada Pakpak Bharat segera mengambil tindakan tegas,” ujar tokoh masyarakat Karo itu.
Dijelaskan, dalam aturan kampanye juga sudah dijelaskan materi kampanye tidak boleh menyinggung persoalan SARA. Sehingga kalau ada tim kampanye Paslon yang materi kampanyenya menyinggung persoalan SARA, maka Gakkumdu harus memberikan tindakan tegas.
Diketahui, jagat media sosial (medsos) beredar sebuah video penolakan dan ancaman terhadap suku Karo agar tidak menggunakan hak pilihnya kepada salah satu calon bermarga Tumanggor, Franc Bernard Tumanggor, anggota DPRD Sumut di Pilkada Pakpak Bharat.
Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel Youtube Digtara TV. Jangan lupa, like comment and Subscribe.
Wara Sinuhaji: Kampanye Harus Dilakukan Dengan Santun dan Damai