Katanya Golput Bisa Bikin Jokowi Kalah di Pilpres 2019

Redaksi - Rabu, 03 April 2019 03:09 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.digtara.com/uploads/images/201904/wayang-jokowi.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 172

digtara.com | JAKARTA – Golput atau keputusan dari calon pemilih untuk tidak menyalurkan hak pilih mereka diprediksi bisa membuat Jokowi-Ma’ruf kalah di Pilpres 2019.

Menurut peneliti Indo Barometer, Hadi Suprapto Rusli, hal itu dikarenakan masyarakat yang memiliki sikap mendukung Jokowi-Ma’ruf, masih memiliki keraguan untuk benar-benar mewujudkan dukungannya di kotak suara.

“Kalau (banyak) golput itu, yang dirugikan Jokowi. Karena kunci untuk bisa membatalkan kemenangan beliau itu adalah golput itu sendiri,” ujar Hadi dalam rilis survei Indo Barometer di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta seperti dilansir viva.

Ada pun, Hadi menyampaikan, Indo Barometer menghitung tingkat golput yang membahayakan Jokowi-Ma’ruf ada di tingkat 40 persen. Sebab, elektabilitas atau potensi perolehan suara Jokowi-Ma’ruf sebesar 50,2 persen dalam survei bulan Maret, dapat tergerus oleh angka golput setinggi itu.

“Golput dapat membatalkan proyeksi kemenangan paslon 01,” ujar Hadi.

Sementara, Hadi berpendapat, golput tidak terlalu menjadi ancaman bagi pasangan capres-cawapres bernomor urut 02 Prabowo-Sandi. Berbeda dengan kalangan pendukung petahana, kalangan pendukung oposisi cenderung lebih solid sehingga bisa dipastikan akan menyalurkan hak suara mereka.

“Koalisi pendukung Prabowo, yang terdiri dari Gerindra-PKS itu lebih solid. Terbukti di Pilkada di Jabar dan di Jateng,” ujar Hadi.

Hadi menegaskan, Tim Kampanye Nasional (TKN) harus bekerja lebih keras di sisa waktu sebelum pemungutan suara. Selain sikap tidak solid dari masyarakat yang mendukung Jokowi-Ma’ruf, angka golput juga bisa tinggi disebabkan hal-hal seperti malasnya masyarakat mengurus pindah TPS, hingga masyarakat yang memang tidak menyukai kedua paslon.

“TKN harus menekan angka golput tersebut. Harus kerja keras di sisa waktu yang ada ini,” ujar Hadi.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Politik

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Politik

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Politik

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Politik

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Politik

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Politik

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo