KNPI Sibolga Imbau Pemuda Tak Ikuti Gerakan “People Power”

- Selasa, 14 Mei 2019 10:02 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.digtara.com/uploads/images/201905/Ivan-3.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 172

digtara.com | SIBOLGA – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) mengimbau kepada para pemuda untuk tidak terlibat dalam gerakan “People Power” yang kini diusung elit pendukung pasangan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandoaga Uno, untuk mendelegitimasi penyelenggara pemilu dan menolak hasil rekapitulasi pemilu 2019.

Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) KNPI Kota Sibolga, Ivan Arfandi Harahap menyatakan, ada baiknya semua pihak menunggu proses rekapitulasi yang masih berjalan, dan menggunakan saluran-saluran yang ditetapkan oleh undang-undang jika kurang puas dengan hasil rekapitulasi akhir yang diumumkan KPU. Bukan justru memprovokasi rakyat untuk turun ke jalan, yang berpotensi mengganggu keamanan nasional.

“Mari serahkan semuanya kepada hukum yang menjadi pengadil tertinggi di negara republik Indonesia. Jika memang ada dugaan yang merugikan selama pemilu, ada wadah yang menyelesaikan, turun ke jalan apalagi sampai menggoyangkan stabilitas keamanan saya rasa tidak perlu,”ujarnya, Selasa (14/5/2019).

Irvan sendiri saat ini mengaku bingung melihat kondisi Indonesia pasca pemilu serentak. Kehidupan berbangsa penuh dengan tanda tanya, kepentingan demi kepentingan dipertontonkan di media massa, membuat masyarakat yang mencoba memahaminya bingung.

Terlepas dari pandangan politik, Ivan berpendapat apa yang terjadi saat ini sangat merugikan, pasalnya keamanan dan ketentraman menjadi terganggu mengingat saat ini bulan ramadhan.

“Memang situasi yang terjadi saat ini terpusat di pusat (jakarta-red) namun tidak menutup kemungkinan akan berimbas ke daerah – daerah, yang membuat kegaduhan, mengantisipasi hal tersebut mari kita berfikir jernih menyikapinya,” sebut ivan.

Terkhusus kepada kaum muda – mudi kota sibolga, condong kepada salah satu paslon silahkan saja, namun tetap memikirkan lebih jauh kerukunan bermasyarakat di kota Sibolga.

“Fanatik silahkan tapi jangan sampai menimbulkan perselisihan, yang berujung pada pertikaian, mari saling bergandengan tangan menatap bangsa Indonesia yang lebih sejahtera, khususnya di kota sibolga,”pungkasnya

[AS]

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Politik

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Politik

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Politik

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Politik

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Politik

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Politik

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo