digtara.com -Pemerintah Kota Medan terus mendorong pelestarian budaya Melayu agar semakin dekat dan diterima oleh masyarakat lintas suku. Upaya ini dilakukan melalui pendekatan kreatif yang relevan dengan perkembangan zaman.
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan bahwa
budaya Melayu harus hadir dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya terbatas pada kegiatan seremonial.
Hal tersebut disampaikannya saat menerima audiensi panitia Halal Bihalal Masyarakat Melayu Indonesia di Balai Kota Medan, Senin, 7 April 2026.
Strategi Pemko Medan Lestarikan Budaya Melayu
Baca Juga: Medan Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana hingga 11 Desember 2025 Dalam pertemuan tersebut, Rico menjelaskan bahwa pelestarian
budaya Melayu perlu dilakukan melalui inovasi di berbagai sektor, mulai dari seni pertunjukan hingga industri kreatif.
Beberapa bentuk pengembangan yang didorong antara lain tarian persembahan, seni pertunjukan, hingga pengembangan budaya dalam bidang sinema dan kuliner.
"Budaya Melayu harus bisa hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, bukan hanya dalam acara resmi," ujarnya.
Ia juga menilai ruang publik dapat dimanfaatkan sebagai sarana promosi budaya. Salah satu konsep yang diusulkan adalah menghadirkan pertunjukan
budaya Melayu dalam kegiatan car free night di Kota Medan.
Langkah ini diharapkan mampu memperkenalkan budaya Melayu secara lebih luas sekaligus menjaga kelestariannya.
Peran Generasi Muda dalam Pelestarian Budaya
Baca Juga: Pemko Medan Dukung Tani Merdeka Indonesia Kembangkan Pertanian Modern di Perkotaan Selain itu, Rico menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan
budaya Melayu. Menurutnya, pendekatan yang digunakan harus mengikuti perkembangan zaman agar tetap relevan.
Ia mendorong keterlibatan generasi muda melalui ide-ide kreatif yang mampu mengemas budaya Melayu secara modern tanpa menghilangkan nilai tradisionalnya.
"Generasi muda harus dilibatkan dengan cara yang sesuai perkembangan zaman. Kreativitas mereka menjadi kunci agar budaya tetap relevan," katanya.
Gebyar Halal Bihalal Melayu Akan Digelar di Medan
Sementara itu, Ketua Panitia Halal Bihalal Masyarakat Melayu Indonesia, Milhan, menyampaikan bahwa kegiatan Gebyar Halal Bihalal akan digelar di Hotel Mercure Medan.
Acara tersebut akan melibatkan berbagai organisasi masyarakat Melayu dari berbagai daerah.
Milhan menambahkan, kegiatan ini rencananya akan dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk anggota DPD RI Sultan Najamuddin, para sultan dari Sumatera Utara dan daerah lain, serta peserta dari sedikitnya 10 provinsi di Indonesia.
Baca Juga: Medan Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana hingga 11 Desember 2025 "Kami berharap Bapak Wali Kota Medan dapat hadir dan memberikan sambutan dalam acara tersebut," ujarnya.
Upaya pelestarian budaya Melayu yang dilakukan Pemko Medan ini diharapkan mampu memperkuat identitas budaya lokal sekaligus mempererat hubungan antar masyarakat lintas suku di Kota Medan.