Boikot Apple, Pembelian Ponsel Huawei akan Disubsidi Perusahaan Tiongkok

Redaksi - Selasa, 25 Desember 2018 04:49 WIB

Warning: getimagesize(https://www.digtara.com/cdn/uploads/2018/12/donald-trump.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 172

Digtara.com|Tiongkok, – Beberapa minggu lalu, setelah Chief Financial Officer (CFO) Huawei Meng Wanzhou ditangkap di Kanada atas permintaan pemerintah Amerika Serikat. Salah satu pemasok Huawei menyebut akan mengenakan denda kepada pegawai yang membeli Apple iPhone.

Perusahaan ini juga menyebut akan membantu pegawai yang membeli ponsel buatan produsen asal Tiongkok melalui subsidi biaya pembelian. Rasa nasionalisme ini sangat terlihat jelas di Tiongkok sebagai respon dari penangkapan Meng dan terus bertumbuh.

Sejumlah pihak menilai masyarakat Tiongkok merasa lebih mudah untuk meluapkan rasa frustrasi mereka dengan melakukan boikot pada Apple. Sementara Pemerintah Amerika Serikat telah terlebih dahulu melarang sekutunya untuk tidak menggunakan ponsel atau peralatan jaringan Huawei

Pelarangan ini dilandasi oleh kekhawatiran bahwa produk tersebut dimanfaatkan untuk memata-matai konsumen dan perusahaan. Karenanya, lebih dari 20 perusahaan asal Tiongkok mengumumkan akan meningkatkan pembelian produk mereka dari Huawei.

Mengutip, Nikkei Asian Review menyebut sejumlah perusahaan telah mengumumkan bahwa mereka akan mensubsidi 10 persen, 20 persen atau sebanyak 100 persen dari biaya ponsel Huawei yang dibeli oleh pegawai.

Perusahaan asal Tiongkok yang menyatakan kesediaan mereka untuk menanggung sejumlah biaya dari ponsel Huawei baru pegawai bukanlah seluruhnya pemasok untuk Huawei. Perwakilan resmi pemerintah Tiongkok menyebut ratusan bisnis Tiongkok menawarkan rencana serupa kepada pegawainya di seluruh negara.

Serupa Huawei, ZTE juga disebut sebagai ancaman nasional oleh pemerintah Amerika Serikat. Pada awal tahun ini, Departemen Perdagangan Amerika Serikat memberlakukan pelarangan ekspor kepada ZTE, menyebabkannya hampir gulung tikar di negara tersebut.

Satu perusahaan yang memproduksi mesin di Shenzhen, lokasi basis Huawei, mengancam untuk menyita iPhone jika pegawai ketahuan memilikinya, bahkan memecat mereka. Shenzhen Yidaheng Technology akan mengenakan denda kepada pegawai yang membeli iPhone dengan jumlah uang yang sama yang digunakan untuk membeli perangkat ini.

Perusahaan pembuatan bir di Provinsi Henan menawarkan alkohol gratis bagi masyarakat yang menampilkan struk pembelian ponsel Huawei baru. Communist Youth League ikut serta membantu menggunakan media sosial untuk mendorong bisnis di Tiongkok.

(LPN)

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Berita

5 Rekomendasi Smartwatch 2026 dengan Fitur Kesehatan Lengkap, Ada Pemantau Heart Rate

Berita

iPhone 18 Pro Max Bawa Fitur Baru, dari Dynamic Island Mengecil hingga Kamera Aperture Variabel

Berita

Klaim Saldo DANA Gratis hingga Rp400.000? Ini Cara Mendapatkannya Lewat Aplikasi Penghasil Uang

Berita

Harga Apple Music Juli 2026 Resmi Naik, Cek Tarif Terbaru Paket Individu, Keluarga, dan Pelajar

Berita

Bisakah Apple Watch Mengukur Tekanan Darah? Ini Penjelasan dan Cara Memantaunya

Berita

Cara Melacak iPhone yang Hilang Meski Dalam Keadaan Mati